Posted by: Qiqi on: 15 November, 2008
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.normal1 {mso-style-name:normal1; mso-ansi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:Arial; mso-ascii-font-family:Arial; mso-hansi-font-family:Arial; mso-bidi-font-family:Arial; color:black; mso-text-animation:none; text-decoration:none; text-underline:none; text-decoration:none; text-line-through:none;} @page Section1 {size:595.45pt 841.7pt; margin:36.0pt 36.0pt 85.7pt 36.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Umar bin Khattab r.a, berkata:Ââ€Tidak ada Islam dalam jamaÂ’ah, tidak ada jamaÂ’ah tanpa immarah (kepemimpinan) dan tidak ada immarah tanpa taat (disiplin organisasi)Ââ€.
Rasulullah bersabda,Ââ€Dengar dan taatilah pemimpinmu sekalipun kamu dipimpin oleh budak habsy, yang kepalanya menyerupai kismis (berpenampilan buruk dan tidak menarik)†(HR. Muslim).
Adapun ciri² kader yang taat diantaranya adalah:
1. Taat di saat giat dan malas, di saat susah dan mudah, disukai atau tidak disukai.
“Seorang muslim wajib mendengar dan taat kepada pemimpinnya, selama perintahnya tidak ma’siat.†(HR.Muslim)
2. Segera menyambut dan melaksanakan perintah (SurÂ’atul Istijabah)
3. Melaksanakan perintah dengan tepat dan akurat (Taharrid diqqah)
4. Tidak meninggalkan tugas dakwah tanpa izin qiyadah dan tidak meminta izin kecuali keadaan sangat darurat.
Oleh karena itu, terimalah segala keputusan yang diberikan oleh qiyadah kepada kita dengan lapang dada. Yakinlah, keputusan yang diambil oleh syuro` itu lebih barokah. Tinggal bagaimana kita menjalaninya dengan ikhlas. Kita tidak tahu ada apa dibalik ‘perpindahan’ amanah tersebut. Bisa saja dimaksudkan agar kemampuan kita tidak terbatas satu keahlian saja. Dimana kita diharapkan bisa mempunyai lebih dari 1 keahlian bahkan lebih banyak dari itu. Bukankah kader dakwah yang menguasai banyak keahlian itu lebih baik daripada tidak punya kemampuan sama sekali ?
Percaya dan berhusnudzonlah. “…..Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain Â…Ââ€(Qs. Al Hujurat: 12). Sebab dengan suasana saling percaya antara pemimpin dan anggota merupakan persoalan yang paling dasar untuk memastikan kebaikan gerakan dalam jamaÂ’ah dan akan menciptakan iklim kerja yang baik dalam melaksanakan tuntutan dakwah dan harakah.
Insya Allah ini yang terbaik. WallahuÂ’alam bishowab.? FIP
MaÂ’roji:
“Tarbiyah Menjawab Tantangan†Refleksi 20 Tahun Pembaharuan Tarbiyah di Indonesia
“Al Qiyadah wal Jundiyah†Syaikh Mushthafa Masyhur
Ukh..mana semangat nti???
15 November, 2008 pada 6:33 am
akhirnya kau kembali ukhty