Posted by: Qiqi on: 8 Maret, 2009
Wajahnya tak berupa dalam dimensi nyata
Tapi telah terlukis dalam bayang jiwa
Lakunya tak terlihat oleh mata
Tapi tetap hidup dalam cerita
Air matanya tak lagi berjatuhan
Berganti banjir kebahagiaan
Jiwanya tak lagi sendu
Lebur sudah beku itu
Karena ia telah tersapa
Pesona yang sederhana
Karena ia telah berlari
Dari jerat yang penuh misteri
Karena ia telah sanggup berdiri
Di atas kakinya yang sendiri
(Kerto Rahayu 01.15 WIB)
Posted by: Qiqi on: 8 Maret, 2009
Wajahnya tak berupa dalam dimensi nyata
Tapi telah terlukis dalam bayang jiwa
Lakunya tak terlihat oleh mata
Tapi tetap hidup dalam cerita
Air matanya tak lagi berjatuhan
Berganti banjir kebahagiaan
Jiwanya tak lagi sendu
Lebur sudah beku itu
Karena ia telah tersapa
Pesona yang sederhana
Karena ia telah berlari
Dari jerat yang penuh misteri
Karena ia telah sanggup berdiri
Di atas kakinya yang sendiri
(Kerto Rahayu 01.15 WIB)
Posted by: Qiqi on: 8 Maret, 2009
Pada barisan kata ia tuliskan
Sajak hati yang berisi nyanyian
Pada ucapan ia nasihatkan
Tanpa prasyarat ataupun jaminan
Pada puisi ia bacakan
Baitan jiwa yang memenuhi angan
Pada merah muda ia gambarkan
Selautan warna yang tak kunjung pudar
Dalam sketsa sederhana ia bayangkan
Gambaran rupa yang menajubkan
Pada lembaran mushaf ia bacakan
Dzikir Illahiyah sebagai penenang
Pada jembatan yang tak bertuan ia dipertemukan
Melewati lorong-lorong yang penuh [...]
CUAP-CUAP