Posted by: Qiqi on: 8 Maret, 2009
Pada barisan kata ia tuliskan
Sajak hati yang berisi nyanyian
Pada ucapan ia nasihatkan
Tanpa prasyarat ataupun jaminan
Pada puisi ia bacakan
Baitan jiwa yang memenuhi angan
Pada merah muda ia gambarkan
Selautan warna yang tak kunjung pudar
Dalam sketsa sederhana ia bayangkan
Gambaran rupa yang menajubkan
Pada lembaran mushaf ia bacakan
Dzikir Illahiyah sebagai penenang
Pada jembatan yang tak bertuan ia dipertemukan
Melewati lorong-lorong yang penuh pengorbanan
Dengan kebahagian ia berbagi
Agar tercipta yang indah dan berseri
Pada cerita ia kisahkan
Segala perjalanan kehidupan
Yang penuh sedu dan sedan
Pada deretan nada ia iramakan
Lari-larik simfoni mengharukan
Dengan nyanyian ia dendangkan
Larik-larik suara yang telah digemakan
Pada hati ia pertautkan
Segala ikatan bermahkota kasih dan sayang
Dalam kepedihan ia hilangkan
Dengan kelembutan hati yang dalam
Pada pertemuan ia impikan
Agar tercipta istana harapan
Dalam luapan kehidupan ia deskripsikan
Dengan waktu yang masih saja terkenang
(Gedung Biologi 07.28 WIB)
Posted by: Qiqi on: 4 Maret, 2009
Tlah kulihat wajahnya
dalam gelimang kesukaan..
sebab aku jua tak mengerti….
aku telah menantinya..
dalam cerita yang tak berwajah….
sebab ia adalah rupa
yang selalu terkenang dalam jiwa……
Ya Rahman Yang Maha Pengasih
tak lupa aku memanjat
dalam doa tak berkesudahan
bahwa aku tak penrnah melupainya
dalam waktu yang tak berjangka
(dalam gerbong kesederhanaan)
Posted by: Qiqi on: 15 Februari, 2009
Kapur putih yang pucat
seakan penuh warna
dan pelangi yang datang enggan berbinar
Kertas putih yang pudar
tertulis sribu kata
dan kuungkap semua yang sedang kurasa
dengarkanlah kata hatiku
bahwa ku ingin untuk tetap disini
tak perlu lah aku keliling dunia
biarkan ku disini
tak perlu lah aku keliling dunia
karena ku tak mau jauh darimu
dunia boleh tertawa
melihat aku bahagia
walau di tempat yang kau anggap tak biasa
biarkanlah aku bernyanyi
berlari berputar menari disini
tak perlu lah aku keliling dunia
karena kau di sini
tak perlu lah aku keliling dunia
kau lah segalanya bagiku
di dunia…
tak perlu lah aku keliling dunia
kau lah segalanya bagiku
di dunia…
Posted by: Qiqi on: 16 Desember, 2008
Wajah sederhana akan berlalu
Ya berlalu
Jauuuuuuuuuuuuuuuh…
dan sangat jauuuuuuuuuuuuh…
Ntah pintunya masih terkunci atau terbuka
yang kutahu pintu itu terkadang rapat
terkadang terbuka
Kutitipkan pesan padanya
pada suara
biarlah angin yang mendengar
dan menyampaikannya pada dedaunan
riuhnya itu..
baitan puisi itu..
diksi jiwa itu..
Pergilaaaaaah…
Ya pergiiilah…
Selamat jalan dan semoga sampai tujuan…
Jauuuuuuuuuh…
biarkan pintu itu terbuka
ataukah menutup
Posted by: Qiqi on: 1 Desember, 2008
Nyanyian itu….
seperti lagu
seperti puisi jiwa
seperti rintihan
Nyanyian itu…
berirama
walau pelan
Nyanyian itu…
perlahan..
lekat…
dalam bayangan
sebai, dua bait
menyiratkan makna
Nyanyian itu..
hening
seperti malam yang kerontang
Nyanyian itu tetap saja mengalir
syahdu
merdu
Nyanyian itu jernih
dari laku pribadi
berdengang apik
ditambahi siulan
Nyanyian itu..
hangat..
walau tak seperti pesona sahara
Nyanyian itu..
tetap saja nyanyian
Bukan riuhan
bukan percikan kebencian
bukan pendiaman
bukan pula renungan
Tapi nyanyian itu tetap saja nyanyian
Ya tetap nyanyian
dan selamanya akan menjadi nyanyian
Nyanyian itu
masih disini
dinanti
Nyanyain itu…
akan tetap berdendang
selama sang empu tetap bernyanyi
Nyanyian itu tetap nyanyian
Ya tetap nyanyian
Posted by: Qiqi on: 29 November, 2008
Ya Rabb…tunjukanlah kepada kami semua jalan indahMU agar tak lepas cerita yang diingini
Ya Rabb berikanlah kekuatan dalam perjalanan hidup kami agar tidak goyah dan terjatuh dalam lubang kemaksiatanMU
Ya Rabb indahnya surga milikMu lebih kami ingini daripada nikmat syahwat cinta dunia kami
Ya Rabb air mata kami tak sebanding dengan segarnya hujan yang Engkau percikan pada kami
Ya Rabb..betapa pendar2 kecintaan kami padaMU tak seluas Ar-rasy hatiMU pada kami
Ya Rahman ya Rahim..izinkanlah kami mengiba kasihMU
tenggelam dalam lautan MaghfirohMU dan terlelap dalam lubang hinaMU
Posted by: Qiqi on: 29 November, 2008
aku hanya mengganguk dan berucap INsya Allah
akan tetapi besoknya aku lupa…
ni hanya salah satu macam kepikunanku..
waduh aku juga tidak tahu kapan aku telah makan siang, malam dan tugas paa yang harus kerjakan hari ini
Astaghfirullah aku alpa…
Ya Rabb tunjukanlah jalanMU
amin
Posted by: Qiqi on: 17 November, 2008
Biarkan warna itu tetap menyala
hingga waktu yang akan menghapusnya
membuatnya suram dan berganti putih bersinar
Bisakah???
Biarkan saja nyanyian itu tetap sunyi
sampai ada yang memainkan melodinya kembali
hingga terdengar riuh yang berseri
Ya berseri…
Bukankah berseri akhir dari mimpi??
Entaah….
Biarkan alirannya deras
hingga tercipta mata air yang jernih
agar tak keruh seperti dulu lagi
sebab kita ingin yang selalu jernih
Semoga
Biarkan waktu yang akan menjawab segala kebimbangan hati
sebab ragu tak akan menciptakan segudang indah di mata
Posted by: Qiqi on: 16 November, 2008
Posted by: Qiqi on: 15 November, 2008
CUAP-CUAP