RIZQI FAJRIANA BLOG’S

Because I Love U 3

Posted on: 3 Januari, 2008

Janji Sang Bunga

By : Biology Lover ’06
Prolog : Dua setengah tahun lagi
Ya, dua setengah tahun lagi
Akan kutapaki dunia yang baru
Yang membuatku teramat bahagia
Bersanding dengan kupu-kupu
Yang mengajakku terbang ke angkasa
Meski ku tahu terbangnya tak seberapa tinggi
Dan terbangnya pun perlahan
Dua setengah tahun lagi
Kan kutapi jalan yang penuh gejolak
Penuh harum-haruman surga
Melebihi taman cinta
Andai semua tahu aku rindu itu
Rindu kupu-kupu
Rindu bisikan angin
Rindu wangi-wangian cinta
Bisakah???

“Kapan nyusul, mbak?”tanya adik kelasku 2 tingkat di bawahku yang duduk di sebelah kursiku.
Sembari tersenyum aku menanggapi guyonannya, “Doakan saja ya, dek”
Adik kecil itu mangut-mangut, entah mengerti atau apalah aku tak tahu.
Aku masih menatap sahabat karibku itu berdiri laksana putri raja di singgasana istimewa beraroma kesturi yang membuat segenap insan iri. Cantik dan begitu sempurna sebagai wanita.
“Oh ya Allah,kapan hamba dapat mereguk nikmat seperti dia” bisikku dalam hati.
Buliran-buliran bening tak terasa menghiasi pipiku, membuat sesak di dada. Aku menghapus linangannya dengan tissue tapi tak jua linangannya berhenti mengalir. Dadaku semakin sesak, aku terguncang. “Ya Allah, kuatkanlah hamba. Ini hari istimewa sahabat hamba, izinkan hamba tak terlena dengan ini semua. Ya Allah….” Aku terus-menerus melantunkan doa dalam bait-bait jiwa, mencoba setegar karang dan sekokoh beton. Tetap saja aku tak mampu. Segera aku meminta izin ke kamar kecil, meluapkan tangisku di sana, menumpahkan torehan-torehan suara hati pada dinding yang menjadi saksi luka. Setelah aku mendapatkan ketenangan aku kembali ke tempat semula menyaksikan sahabatku itu di hari yang begitu dinanti-nantikan setiap manusia .
Sahabatku itu mendekat, “Foto yuk ama ane,Ukh” ajak sahabatku itu.
Aku lihat ada seorang akhwat yang sudah berdiri disana. Dia tersenyum bahagia. Aku berjalan beriringan dengan sang putrid menuju singgasana itu, dalam hati aku berpikir dan berimajinasi menuju khayal yang tak berujung pangkal “Seandainya putri yang mengenakan gaun istimewa itu adalah aku”.
Kami berdiri di singgasana. Aku, sahabatku, dan tiga akhwat lainnya. Tukang foto memberi arahan kepada kami.
“satu, dua, tiga…Wiskey” kata tukang foto memberi aba-aba.
Kilatan putih menyilaukan, foto sudah diambil, disana mungkin aku sedang tersernyum tapi di hati. Entahlah,…
Akhwat yang berfoto tadi mendekatiku, “Suatu saat anti akan disana. Yakinlah!!!” kata akhwat pelan sembari tersenyum.
Aku terkejut darimana dia mengetahui isi hatiku. Apakah bekas tangisanku masih tersisa atau senyumku yang terkesan dipaksa-paksakan. Ya Allah, apa yang telah aku lakukan tadi Setelah aku tersadar dari terkejutanku, akhwat itu menyuguhkanku segelas sosro lengkap dengan sedotan
“Tafadol diminum” katanya mempersilahkan.
“Syntia” ujarnya sembari mengulurkan tangan.
Aku menyambutnya dan menyalaminya “Asih” kataku memperkenalkan diri.
“Ane sudah tahu kok, nama anti Asih Al-Qudsi kan?” katanya lagi sembari tersenyum
Mulutku mengangga, binggung “Kok anti tahu?” tanyaku balik.
“Adik ane sering cerita tentang anti” jelasnya sembari menyedot sosro dan memandang sahabatku di singgasananya.
“Ane kakaknya Ukhti Jia” tambahnya lagi seolah akhwat ini menjawab rasa penasaranku.
“Ane datang dari Mesir buat ngehadirin pernikahan adik ane” katanya lagi sembari melihat singgasana milik sahabatku dan juga adiknya.
Aku melihatnya, matanya berkaca-kaca penuh tetesan bening putih yang menghiasi kelopak. Namun, wanita ini hanya tersenyum bangga seolah tak peduli apa yang telah dinikmati adiknya.
“Ane seneng banget akhirnya adik ane menikah sesuai dengan keinginannya pas di umurnya yang menjelang dua puluh tiga tahun. Ane bisa lega” lanjutnya lagi.
Kata-katanya menggelinding seolah dengan hati yang lapang dan legowo beliau menututurkan betapa bahagianya beliau melihat sang putri duduk manis bersanding dengan pangeran di singgasana yang semua bidadari mengharapkannya termasuk aku.
“Dulu, adik ane selalu berharap dia akan menjadi bunga yang dihinggapi kupu-kupu di taman cinta setelah umurnya dua puluh tiga. Subhanallah, Allah mengabulkan permintaanya itu” sambungnya lagi dengan suara yang bergetar.
Aku menatap wanita itu lagi, tetesan bening itu mengalir menghiasi pipinya yang berkulit putih bersih itu. Kemudian beliau mengusapnya dengan jemari-jemari tangannya yang lentik, dikeluarkannya napas dalam-dalam dari rongga dada. Lalu beliau tersenyum bahagia.
“Ane sangat bahagia melihat adik ane menikah. Semoga saja pernikahannya barokah” lantunan doanya yang ikhlas membuatku merasa tertohok. Betapa hamba iri terhadap nikmat yang engkau beri pada sahabat hamba. Padahal, mungkin episode yang Engkau buat itulah yang terbaik bagi hamba. Ya Allah, faghfirli dunubi

1 Response to "Because I Love U 3"

dalem bgtt… ini real gak sih???
semoga aja aku jg bisa segera menyusul… hihi.. aamiin…
buat mbak jg yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BUATLAH DIRIMU BERMANFAAT

KALENDER

Januari 2008
M S S R K J S
« Des   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

PENGUNJUNG

  • 80,650 TAMU

KUMPULAN TULISAN

free-dw CARI UANG DI INTERNET website stats ON LINE

Flickr Photos

Puffy

sunset at the sea

Mount Fuji at Dawn

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: