RIZQI FAJRIANA BLOG’S

“Dan Tuhanpun tidak bermain dadu”

Posted on: 22 Februari, 2008

Lihatlah bumi terhampar begitu indah dengan warna tanah sebagai pijakan kaki kita melangkah menuju cita. Langitpun membiru sebagai genting nan mempesona (Q.S 2:22)  disertai gumpal putih nan suci. Betapa, kita hanyalah kerdil tatkala melihat betapa luas ciptaa-Nya. Sungguh!!!

Kau tahu, ribuan ciptaan-Nya hanya disuguhkan pada kita. Makhluknya terlebih untuk makhluknya yang paling mulia (Q.S . 17:70)

Manusia.

Kau tahu, Allah tak akan main-main dalam proses penciptaan-Nya. Entah itu di bumi maupun di langit yang tak terjamah mata kita.

Semua membutuhkan waktu panjang  

Kau tahu, segala fasilitas yang terhampar di depan kedua matamu janganlah disia-siakan.

Sungguh!!!

Kau tahu, hanya satu yang Allah inginkan darimu

“Mengesakan Dia Tanpa Ada Satu pun Nama selain Nama-Nya Yang Perkasa”

“Allahu Ahad”

 

Wahai manusia yang memiliki akal dan yang berpikir!!!

Tahukah kau, sungguh Tuhanmu tak akan pernah mendhalimimu meski kau merasa tercekik akibat penat yang selalu membayangi harimu

Wahai manusia sebagai khalifah di muka bumi!!!

Ingatlah tugasmu yang mulia itu “Menjaga bumi (titilan-Nya) dan memakmurkannya” (Q.S 2:30)

 

Ehm…banyak kata yang akan saya jabarkan dalam tulisan ini. Semua tentang kita (manusia) baik sebagai abdi (hamba), makhluk (ciptaan), maupun akil (orang yang berakal). Bersyukurlah Anda dapat melihat dengan mata yang sempurna meskipun Anda adalah pemakai kacamata atopun tidak. Namun, jananglah Anda bersedih hati karena Anda tidak sempurna dalam melihat karena SUNGGUH ada banyak misteri yang berfaedah dalam tiap kisah yang diberikan oleh-Nya.

Pertama kali saya menulis ini karena keinginan yang membuncah dalam diri saudari saya yang tengah berusaha memotivasi saudara/inya seorganisasi untuk tetap istiqomah. Akhirnya, beliau menuliskan kata (Dan Tuhanpun tidak bermain dadu) yang membuat saya tergugah. Seketika itu saya mengirimkan pesan ke teman-teman saya (Terima kasih buat yang telah menjawab pernyataan saya). Hasilnya bermacam-macam, ada yang menceritakan sangat detail tentang teori evolusi, ada yang mengatakan itu tulisan Einsten, ada yang menanyakan apa maksud pesan saya, dan ada yang sangat mengelitik yaitu Tuhan lelah sehingga bermain (Mungkinkah?) Tentu tidak. Tuhan tidak akan pernah lelah mengawasi ciptaan-Nya. Betul kan?

Sesuai janji yang telah saya ikrarkan maka wajib bagi saya untuk memenuhinya (Maaf, tulisan saya baru jadi).

 

Disini saya akan menjabarkan “dadu-dadu” yang terkandung dalam Al-Quran terkait Allah SWT tidaklah bermain-main kepada kita (manusia). “Dadu-dadu” tersebut adalah sebagai berikut :

 

Dadu 1 :

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara bermain-main (saja) dan bahwa kamu tidak dikembalikan kepada kami?” (QS. 23:115)

 

Ayat ini sangatlah jelas menceritakan kepada kita bahwasannya Allah SWT, pencipta (Khalik) menciptakan kita (Makhluk) memiliki tujuan yaitu IBADAH kepada-Nya hingga menutupkan mata dan memasuki dunia yang tak pernah kita lihat sebelumnya (Alam Kematian). Lalu, apa kita masih akan terlena dengan dunia yang hanya sementara?

 

Dadu 2 :

“Apakah kamu mengira, bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, RosulNya, dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. 9:16)

 

Telah datang kepada kita seruan untuk mensyiarkan keAzizan(Perkasa)-Nya (berdakwah) baik bil lisan (bicara) maupun bil kalam (tulisan) melalui jalan yang penuh kerikil tajam. Tapi, mengapa kita hanya berdiam tatkala kebatilan ada di depan mata kita?

Ironis bukan?    

Dadu 3 :

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. 3:139)

Sahabat saya pernah bilang bahwasannya adalah manusia yang lemah karena seringnya saya berkata “tetapi” di waktu saya mengabarkan berita gembira dan “aduh” di waktu saya kerepotan dengan tugas-tugas saya.

Mungkin itu adalah ekspresi saya sebagai manusia yang tidak suka terhadap waktu yang baru saja saya lewati. Padahal, saya adalah manusia yang seharusnya bersyukur karena diberikan tugas-tugas yang menumpuk itu. Terlebih saya adalah orang berakal yang memiliki iman. Apakah Anda terkadang mengalami yang telah saya alami itu?

 

Dadu 4 :

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. 29:2)

 

Ujian?! Mungkin Anda akan bergidik ketika menghadapi ujian. Entah itu ujian akhir, proposal maupun skripsi, yang semuanya memiliki fungsi yaitu mengetahui hasil akhir dari kepahaman Anda terhadap materi-materi yang telah disampaikan. Begitu juga kehidupan seharí-hari kita yang tak akan pernah lepas dari ujian-Nya. Terkadang ujian tersebut menjadikan kita kuat atopun lemah. Ada 2 tipe manusia menurut surah Al-Fajr15-16 dalam menyikapi ujian Allah SWT yaitu pertama mereka mengatakan “Tuhanku telah memuliakan aku” tatkala diberi ujian berupa kemewahan dan kedua mereka mengatakan Tuhanku tengah menghinakanku” tatkala diberi ujian kerendahan.

Tahukah Anda ujian itu diberikan untuk mengetahui seberapa besar kadar keimanan Anda terhadap-Nya?

 

Dadu 5 :

“Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan-mu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. 39:10)

 

Merujuk lagi pada Dadu 4, bahwasannya kita diuji untuk mengetahui kadar keimanan di anatara kita serta kesabaran kita dalam menghadapinya. Sabar bukan berarti diam dan menerima yang telah digariskan-Nya. Sabar adalah salah satu perangai akhlak mulia yang dicontohkan Rasullulah SAW lepada kita. Sabar menurut saya adalah menghadapi segala yang telah digariskan dengan kuat danm menjadikan kita lebih beriman dan ridho atas semua yang diberikan. Tahukah Anda bahwasannya Allah SWT selalu bersama orang-orang yang sabar? Lalu, mengapa kita jarang sekali bersikap sabar dalam menghadapi cobaan? 

Dadu 6 : 

“Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. 53:51)

Penjelasan dadu 6 dapat Anda lihat yaitu
binasanya kaum A’d dan Tsamud yang
dilebihkan Allah SWT dalam harta, dan
fisik yang sempurna.

Wallahu’alam

1 Response to "“Dan Tuhanpun tidak bermain dadu”"

Subhanallah…..
Kheren skale…..
kapan ya saya bisa buat tulisan kayax gini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BUATLAH DIRIMU BERMANFAAT

KALENDER

Februari 2008
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
242526272829  

PENGUNJUNG

  • 80,650 TAMU

KUMPULAN TULISAN

free-dw CARI UANG DI INTERNET website stats ON LINE

Flickr Photos

Puffy

sunset at the sea

Mount Fuji at Dawn

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: